... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ...

Kamis, 29 Agustus 2013

[Surat Pendidikan] Surat Cinta untuk Oemar Bakri

Bapak Oemar Bakri Terhormat,

            Seorang guru, pengajar dan pendidik. Cintamu pada pendidikan begitu wangi. Engkau yang setiap hari dating dengan niat berbagi ilmu, dengan keinginan besar untuk mendidik anak bangsa penerus di masa depan dengan sepeda kumbang hitammu. Baktimu pada Negara begitu besar, begitu dalam dan tanpa pamrih.
            Kami para putra-putri bangsa, yang awalnya tidak mengenal huruf, tidak tahu bagaimana membaca, tetapi engkau, wahai guru, pengajar dan pendidik, mengajarkannya kepada kami. Mengajarkan kami, mendidik kami, dan mencerdaskan kami. Bukan hanya membaca, menulis, berhitung, tetapi membagi pengetahuan dan ilmumu yang luas itu kepada kami. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Ilmu sepanjang hayat yang akan terus terkenang dan abadi di muka bumi ini.
            Wahai pendidik, pengajar yang baik dan begitu setia dengan pekerjaan dan bakti muliamu akan pendidikan bagi bangsa ini, Oemar Bakri, kaulah Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, memberikan ilmu, pengetahun dan tenagamu untuk mengajar tanpa pamrih. Mendidik, mengajarkan, membimbing, dengan cinta dan kasih sayang. Tapi apa balasan bangsa ini padamu?
Inilah reward yang diberikan pemerintah kepada Guru. Reward itu berbentuk gaji yang kecil, itupun masih dipotong sana-sini oleh para koruptor. Bagaimana bangsa ini bisa cerdas kalau guru-guru yang ditugaskan oleh negara untuk mendidik tunas bangsa tidak dihargai tinggi semua pengabdiannya. Katanya tanah Indonesia kaya raya, kenapa penghasilan guru yang dananya didapat dari kekayaan alam ini tidak bisa besar..? tanya kenapa??

[Puisi Akrostik] Esti Kinasih

Embun pagi tebarkan kesejukan
Seperti Ibu yang selalu beri kenyamanan
Tak pernah mengeluh dalam kelelahan
Indahkan dunia dengan kelembutan

Kecantikannya terlindungi
Ibarat mawar yang indah
Namun berduri
Aku ingin sepertinya
Sematkan kasih di tiap langkahnya
Indah, menawan
Hingga lelap menutup matanya

Puisi ditulis oleh Nina Marchiatoo

[Puisi Akrostik] Bidadari Surga

B etapa kau sungguh mahkota yang berharga
I ngatkan kodrat sebagai kaum hawa
D zikirmu, hijabmu, keanggunanmu
A urat terjaga, kaulah muslimah sejati
D i sisi Allah kaulah intan permata
A ndaikan modernisasi menguak
R agamu takkan goyah
I nilah kita pejuang masa kini

S urga menanti, kaum yang di nanti
U sah kau hirau, janjiNya kan pasti
R isalah hati menguat iman
G enggaman hati tersimpan erat..
A dakah kita wanita yang terpilih ?


Palembang, 01 Mei 2013
Puisi ini ditulis oleh Sonya Annisa Ilma

[Puisi Akrostik] Uai, Bundaku

Bolehkah kusemai sajak untukmu?

"Uai, Ibu, Mama, Emak" panggilan buatmu
Namun, tak mengurangi arti tulusmu

Daduhmu merdu pengganti dongeng Cinderella atau Putri Salju
Adakah yang lebih dapat kulakukan selain bersujud pada Tuhan?
Kupeluk kau melalui doa-doa sepanjang umur

Uai, kubawa cinta tulusmu sampai akhirat....


Makasar, 1 Mei 2013
11.50 WITA
Puisi ini ditulis oleh dhilayaumil

[Puisi Akrostik] Wanita

Wajahnya selalu saja memberikanku semangat yang tak pernah habis
Airmatanya adalah kesakitan yang amat sangat dalam hidupku
Nasihatnya bagai doa-doa yang selalu aku nantikan.
Ibu,
Tidurlah dalam pelukanNya yang hangat.
Aku disini merindukan dan akan selalu mendoakanmu.

*untuk seorang teman, yang Ibunya telah tiada* :')

Puisi ini ditulis oleh Fitria

[Puisi Akrostik] Ade Nani

Ada cerita-cerita yang ingin selalu aku ceritakan padamu.
Dan doa-doa yang selalu terucap kepada Tuhan yang maha baik
Engkau tahu, nadi yang ada ditubuhku ini tidak akan memisahkan kita.

Namun, segalanya itu memang ajaib bukan?
Ada Ayah yang selalu memandangi kita dari atas sana.
Nikmat mana lagi yang harus aku dustakan?
Ibu, ijinkan aku bersyukur dengan membahagiakanmu. :')


Puisi ini ditulis oleh Fitria

[Puisi Akrostik] Perempuan Sejati

Pintar budi akalmu
Elok peringai terpuji,walau
Raga sudah tidak bisa menemani kaummu
Entah mengapa, jiwamu terpikat di hati
Mewangi seperti namamu
Pelosok negeri tahu
Ungkapan kecintaanmu yang melegenda
Anggun lenggak-lenggok Kartini
Nekat membarakan semangat emanisipasi

Sekiranya bisa,
Engkau lihat saat ini
Jutaan perempuan modern ikut beremansipasi
Alasan untuk mengenangmu
Tidakkah kau tersenyum disana?
Ia pasti tersenyum, Kartini.Perempuan Sejati.

perempuan sejati,
Puisi ini ditulis oleh fathia
29 April 2013 9.30