... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ... Selamat datang di blog GenkBooks, Selamat menikmati karya-karya kami ...

Selasa, 14 Juli 2020

[Review buku] Abdul Hamid Ghazi

Judul: Abdul Hamid Ghazi - Benteng terakhir khilafah islamiyah
Penulis: Sayf Muhammad Isa
Penerbit: Ghazi Publishing
Dimensi: 278 h, cetakan pertama 2020
ISBN: 9786025356957

Awal membaca buku ini, ekspektasi saya langsung seru gitu. Bakal fokus membahas tentang keruntuhan khilafah islamiyah. Eh ternyata, dibuka dengan penuturan Sultan Abdul Hamid II yang dipenjara, dan kronologi flashbacknya jauh sekali. Melewati beberapa generasi di atas beliau. Jujur saja, sempat malas melanjutkan. Datar di awal.

Namun karena saya punya prinsip harus selesai #membaca apa pun, semembosankan apa pun, maka saya lanjutkan. Ternyata, mulai seru!

Bahasan utamanya malah tentang #kerajaan #Rusia dan #kelompokhitam . Saya membayangkan seperti film tentang iluminati/freemason. Sebuah kelompok tua yang beraliran #Lucifer /iblis.

Namun ternyata bersambung. Sekuelnya belum ada, so ditunggu saja.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Manusia selayaknya cawan, hanya akan menuangkan apa yang menjadi isi hatinya. Jika hatinya kotor, semanis apapun mulutnya menyembunyikan, kelak, mulut itu sendirilah yang akan membongkarnya." (H.10)

"...orang terbaik untuk suatu jabatan adalah orang yang paling tidak menginginkannya." (H.173)

#reviewbuku

Meta morfillah